Beranda Ale ale Capunk, Legenda PS Sumbawa Barat, Jadi Mimpi Buruk Tuan Rumah PSKT

Capunk, Legenda PS Sumbawa Barat, Jadi Mimpi Buruk Tuan Rumah PSKT

23
0

Sumbawa Barat — Nama PS Sumbawa Barat selalu punya tempat spesial dalam sejarah sepakbola NTB. Satu-satunya klub daerah yang pernah merumput di kasta nasional. Sebuah cerita yang tak pernah pudar.

Dan di Liga 4 Zona Pulau Sumbawa kali ini, cerita itu kembali hidup  lewat sosok lama Junaidin alias Capunk.

Pemain senior Galaxy FC itu, yang dulu menjadi bagian dari skuad PS Sumbawa Barat di Divisi Utama Liga Indonesia, kini berdiri di sisi berlawanan. Ironisnya, justru kaki yang pernah mengangkat kebanggaan Sumbawa Barat, kini menjadi petaka bagi PSKT, tuan rumah kompetisi.

PSKT hanya butuh hasil imbang untuk lolos.Didukung ribuan pasang mata di Magaparang, mereka tampil dominan sejak menit awal. Peluang datang bertubi-tubi. Muhammad Adam bahkan mendapat tiga kesempatan emas. Tapi dewi fortuna tak berpihak. Semua melenceng tipis.

Babak pertama berakhir tanpa gol.Tekanan makin berat. Beban tuan rumah terasa nyata.

Di babak kedua, pelatih PSKT mencoba berjudi. Kapten Hendricius Juneuro Keitimu ditarik, diganti pemain muda Mandaziat Alamsyah. Namun keputusan itu justru membuka celah.

Menit ke-82.Sebuah tendangan bebas.Seorang nama lama berdiri di belakang bola. Seketika stadion terdiam.Bola meluncur, jala bergetar. Mimpi PSKT runtuh delapan menit sebelum akhir laga.

Belum sempat pulih dari shock, satu menit berselang Bima Indrayana menambah gol cepat. 0-2. Pukulan telak.

PSKT hanya sempat membalas di menit ke-91 lewat Agus Rahmadi. Tapi waktu tak lagi cukup. Skor akhir 1-2. Tuan rumah tersingkir. Di luar semua prediksi.

Galaxy FC, yang sebelumnya dipandang sebelah mata usai kalah 7-2 dari Bima United, justru membuat kejutan besar. Sementara PSKT, yang sempat tampil perkasa saat menahan Bima United 3-3, harus mengubur mimpi lebih cepat.

LIHAT JUGA :  Dua Wakil Sumbawa Barat Tumbang Telak di GOR Lalu Magaparang

Hari keenam Liga 4 Zona Pulau Sumbawa kembali membuktikan status unggulan tak pernah menjamin kemenangan.

Dan untuk publik Sumbawa Barat nama Capunk hari ini bukan sekadar pencetak gol.
Ia adalah pengingat bahwa sejarah sepakbola daerah ini pernah besar  dan masih layak diperjuangkan kembali.(C1)

 

Artikel sebelumyaPS Sumbawa FC Ganas! Tekuk Persekobi 4-2, PSKT Tersungkur Dramatis di Kandang
Artikel berikutnyaPersebi “Menggila”, Bomber Jaga Harga Diri Tuan Rumah!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here