oleh

Anggaran Disorot, KONI KSB Tetap Gaspol Siapkan Atlet Porprov

Sumbawa Barat – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbawa Barat terus mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Juli mendatang. Rapat evaluasi bersama seluruh cabang olahraga (cabor) pun digelar untuk memastikan kesiapan atlet dan program berjalan optimal.

Di tengah fokus tersebut, KONI Sumbawa Barat diterpa isu tak sedap terkait dugaan ketidakjelasan penggunaan anggaran hingga Rp12 miliar yang ramai beredar di media sosial. Isu ini langsung dibantah oleh jajaran pengurus.

Sekretaris KONI Sumbawa Barat, Mars Anugerainsyah, S.Hut., M.Si, menegaskan bahwa hingga 2026 saat ini KONI baru menerima hibah sebesar Rp2,5 miliar dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat.

Dari jumlah tersebut, sekitar Rp2,2 miliar telah dialokasikan ke seluruh cabor untuk program Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) tahap awal, sementara Rp300 juta digunakan untuk operasional KONI.

“Ini fitnah yang tidak masuk akal. Dari mana angka Rp12 miliar, bahkan ada yang menyebut Rp14 miliar. Kita belum pegang dana sebesar itu. Semua penggunaan anggaran jelas, ada laporan dan dipertanggungjawabkan,” tegas Mars dalam rapat evaluasi yang berlangsung siang tadi (3/6/26).

Ditambahkan Mars, bahwa penggunaan dana Koni yang diusulkan ke Pemerintah  berdasarkan usulan Cabor baik penggunaan saat Pelatda maupun pelaksanaan Porprov, selain itu jumlah Cabor yang akan diikuti KSB sebanyak 40, jauh lebih banyak dibandingkan Porprov sebelumnya yang hanya 23 Cabor.Kemudian untuk atlet yang akan ambil bagian dalam kontingen KSB sebanyak 804 atlet, 70 official dan panitia.

“Untuk panitia saja akan dibagi dalam beberapa tim karena akan ada 4 tempat atau tuan rumah di beberapa Kabupaten,”ungkap Mars.

Ketua KONI Sumbawa Barat, Andy Laweng, S.H, bahwa pihaknya memang telah mengajukan proposal anggaran kepada pemerintah daerah sebesar Rp14 miliar, namun hingga kini belum disetujui dan diminta untuk dilakukan rasionalisasi kebutuhan. Proses tersebut pun telah dilakukan, sehingga kebutuhan anggaran kini diperkirakan berada di angka Rp11,7 miliar.

LIHAT JUGA :  Luar Biasa ! Hempaskan PS Mataram, PSKT Sumbawa Barat Melaju ke Final Piala Suratin U-17 NTB

“Dana yang baru kita terima saat ini sebesar Rp2,5 miliar. Kemudian ada informasi tambahan dari pemerintah sekitar Rp6 miliar. Jika itu terealisasi, berarti total dana yang kita terima sekitar Rp8 miliar. Artinya, kita masih kekurangan sekitar Rp3,5 miliar, dan ini yang kita harapkan bisa direalisasikan sepenuhnya,” jelas Andy.

Menurutnya, angka Rp11,7 miliar tersebut sejatinya sudah sangat efisien dan terbilang mepet, mengingat pembiayaan dibagi dalam tiga klaster utama, yakni klaster Pelatda, klaster pelaksanaan Porprov, serta klaster KSB sebagai tuan rumah untuk tiga cabang olahraga: panahan, hapkido, dan kickboxing.

Lebih lanjut, Andy menegaskan bahwa besarnya kebutuhan anggaran tidak terlepas dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat yang mengarahkan agar seluruh cabang olahraga dapat berpartisipasi dalam Porprov, bukan hanya cabang unggulan semata.

Di sisi target, KSB membidik mampu menembus lima besar Porprov NTB 2026, dengan raihan minimal 45 medali emas sebagai tolok ukur keberhasilan.

“Kami optimis dan berharap seluruh cabor bisa tampil maksimal. Dari hasil evaluasi sebelumnya, peluang untuk melampaui 45 medali emas sangat terbuka. Bahkan, jika semua target cabor tercapai, kita berpotensi finis di posisi runner-up. Semoga itu bisa kita wujudkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Pelatda KONI Sumbawa Barat, Muhammad Nasir, mengungkapkan bahwa progres tes fisik atlet yang telah dilaksanakan hingga dua tahap menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Kondisi ini menjadi sinyal positif dalam upaya mencapai target prestasi pada Porprov NTB 2026.

Ia menegaskan, pihaknya akan kembali menggelar tes fisik tahap ketiga sebagai bagian dari evaluasi lanjutan untuk mengukur sejauh mana peningkatan performa atlet setelah menjalani program latihan.

“Hasil dua tahap tes fisik sejauh ini cukup positif. Namun kami tetap akan melakukan tes tahap ketiga untuk memastikan kesiapan atlet benar-benar optimal jelang Porprov,” ujarnya.

LIHAT JUGA :  Kim Jeffrey Kurniawan, Senang Sambut Atlet KSB Amman Fellowship Football

Nasir juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif seluruh cabang olahraga dalam setiap tahapan tes fisik tersebut. Menurutnya, konsistensi dan disiplin dalam mengikuti program evaluasi menjadi kunci utama dalam meningkatkan daya saing atlet di ajang multi-event tingkat provinsi itu.

“Kami berharap semua cabor bisa berpartisipasi aktif. Ini penting agar kita memiliki data yang akurat terkait kondisi atlet, sehingga pembinaan bisa lebih terarah dan maksimal,” tambahnya.(C1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *