Mataram – Perolehan medali merupakan salah satu informasi yang paling dinantikan publik selama penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026. Namun, hingga lebih dari sepekan pelaksanaan ajang olahraga terbesar di NTB tersebut, pembaruan data medali oleh panitia dan KONI NTB dinilai masih lamban.
Kondisi tersebut memunculkan beragam informasi perolehan medali di berbagai media maupun kanal informasi masing-masing kontingen kabupaten/kota. Akibatnya, data yang beredar di masyarakat kerap berbeda karena belum adanya rujukan resmi yang diperbarui secara cepat dan berkala oleh penyelenggara.
Seksi Humas KONI Kabupaten Sumbawa Barat, Indra Irawan LM, mengaku telah berulang kali mengingatkan pentingnya penyajian data perolehan medali yang akurat dan real time. Menurutnya, masukan tersebut bahkan telah disampaikan sejak awal pelaksanaan Porprov, baik dalam konferensi pers maupun rapat koordinasi yang digelar di Media Center.
“Perolehan medali adalah informasi yang paling ditunggu masyarakat. Kami sudah beberapa kali menyampaikan kepada panitia dan KONI NTB agar pembaruan data dilakukan lebih cepat. Bahkan hal ini sudah kami sampaikan langsung di hadapan Ketua KONI NTB saat konferensi pers dan rapat koordinasi di Media Center,” ujar Indra Irawan LM.
Ia menilai, keterlambatan pembaruan data membuat publik kesulitan memperoleh informasi resmi dan membuka ruang munculnya data yang berbeda-beda dari masing-masing kontingen.
KONI NTB sebenarnya telah menyiapkan sebuah situs web khusus sebagai pusat informasi Porprov NTB 2026. Namun, berdasarkan pemantauan, situs tersebut beberapa kali menampilkan keterangan “tidak ada data”. Saat data berhasil ditampilkan pun, isinya dinilai belum menggambarkan kondisi perolehan medali yang sebenarnya di lapangan.
“Website resmi sebenarnya sudah disiapkan, tetapi sering kali tidak menampilkan data. Ketika data muncul, masih jauh dari fakta yang terjadi di arena pertandingan. Hal ini tentu menjadi perhatian karena masyarakat membutuhkan informasi resmi yang cepat dan akurat,” tambahnya.
Menurut Indra, kondisi tersebut menunjukkan perlunya koordinasi yang lebih baik antara panitia pelaksana di setiap cabang olahraga dengan KONI NTB dalam proses pelaporan hasil pertandingan.
Ia berharap pembaruan data perolehan medali dapat menjadi perhatian serius penyelenggara agar masyarakat, media, maupun seluruh kontingen memperoleh informasi yang sama, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan selama berlangsungnya Porprov NTB 2026.(C1)

Komentar