oleh

Kericuhan Babak 8 Besar! Persilam Lampok Didiskualifikasi dari Buin Banyu Cup 2026

Sumbawa Barat – Panitia kompetisi sepak bola bergengsi Buin Banyu Cup 2026 resmi menjatuhkan sanksi tegas berupa diskualifikasi terhadap Persilam Lampok, menyusul insiden kericuhan yang terjadi pada laga babak 8 besar.

Keputusan tersebut diambil setelah pertandingan antara Persilam Lampok menghadapi BFC Family 810 berujung ricuh. Sejumlah suporter, bahkan pemain cadangan, masuk ke dalam lapangan dan memicu kekacauan yang berujung tindakan anarkis terhadap perangkat pertandingan.

Berdasarkan surat keputusan panitia bernomor 013/BBFC/VI/2026, insiden terjadi pada Minggu, 30 Mei 2026 di menit ke-54, ketika tensi pertandingan memanas. Dalam kejadian tersebut, oknum pemain, ofisial, dan pendukung Persilam Lampok dilaporkan melakukan pemukulan terhadap wasit Alief Wahyu Ciftani, sehingga pertandingan terpaksa dihentikan dan tidak dapat dilanjutkan.

Panitia menegaskan bahwa tindakan tersebut melanggar ketentuan turnamen. Setiap tim yang membuat kerusuhan hingga mengganggu jalannya pertandingan akan dikenakan sanksi tegas.

“Pemain, official, dan supporter tim yang membuat kerusuhan hingga pertandingan terganggu, maka tim tersebut akan didiskualifikasi,” demikian bunyi keputusan panitia dalam surat resmi.

Sebagai konsekuensi dari insiden tersebut, panitia menetapkan bahwa Persilam Lampok didiskualifikasi dari kompetisi, dan kemenangan diberikan kepada BFC Family 810 dengan skor 0-1. Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Surat keputusan itu ditandatangani langsung oleh Ketua Panitia Ramlan Fantora dan Sekretaris Panitia H. Wawan Sudarmawan, serta diketahui oleh pengawas pertandingan Abdul Majid.

Keputusan ini menjadi pukulan telak bagi Persilam Lampok. Sebelumnya, mereka tampil impresif sepanjang turnamen dan mencatat kemenangan meyakinkan di babak awal. Perjalanan mereka menuju babak 8 besar juga diwarnai laga-laga dramatis yang menyedot perhatian publik.

Namun, performa gemilang tersebut harus berakhir tragis akibat insiden non-teknis yang mencederai nilai sportivitas.

LIHAT JUGA :  Penyisihan Grup Liga 1 Sumbawa Barat Berakhir, Berikut Klub Lolos 8 Besar

Panitia Buin Banyu Cup, Fawzy Oji, menegaskan bahwa sejak awal turnamen ini mengedepankan disiplin dan fair play.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Turnamen ini bukan hanya soal menang dan kalah, tetapi juga menjunjung tinggi sportivitas. Kami tidak akan mentolerir tindakan yang mencederai sepak bola,” tegasnya.

Senada dengan itu, Ketua Komite Kompetisi Askab PSSI Sumbawa Barat, Masadi, S.E, menilai keputusan ini penting demi menjaga marwah kompetisi.

“Sanksi ini menjadi pembelajaran bagi semua tim. Sepak bola harus dimainkan dengan semangat fair play. Keamanan pemain, ofisial, dan wasit adalah prioritas utama, jika ada hal ketidakpuasan dalam pertandingan mestinya dilakukan dengan  dengan surat protes resmi ke Panitia Kompetisi,” ujarnya.

Buin Banyu Cup 2026 sendiri dikenal sebagai ajang bergengsi sepak bola lokal di Kabupaten Sumbawa Barat, yang tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga wadah pembinaan talenta muda.

Dengan hasil ini, BFC Family 810 dipastikan melaju ke semifinal dan akan berhadapan dengan Croutex FC, yang sebelumnya sukses mengalahkan tuan rumah Gelora Putra. Sementara itu, Binatama FC yang lebih dulu lolos akan menghadapi Bandara FC, satu-satunya tim tamu dari Sumbawa yang berhasil menembus babak empat besar.

Babak semifinal dijadwalkan berlangsung pada 6 dan 7 Juni 2026 di Lapangan Desa Gambo, Mura, Brang Ene.(C1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *